Karya Literasi

Serpihan yang Menolak Utuh merupakan antologi puisi yang menghimpun suara-suara hati dalam untaian kata yang jujur dan penuh makna. Setiap puisi merekam perjalanan batin tentang kenangan, luka, rindu, harapan, cinta, dan doa—serpihan-serpihan pengalaman yang membentuk manusia menjadi lebih kuat dan bijaksana. Melalui bahasa yang sederhana namun puitis, buku ini mengajak pembaca menyelami emosi, merenungkan kehidupan, dan menemukan bahwa tidak semua yang retak harus kembali utuh untuk tetap memiliki arti.

Sebagai karya literasi MTs Negeri 2 Pasuruan, antologi ini menjadi ruang ekspresi yang mempertemukan kepekaan rasa, imajinasi, dan keberanian berkarya. Semoga setiap puisi yang tersaji tidak hanya menghadirkan keindahan bahasa, tetapi juga menginspirasi pembaca untuk menerima setiap serpihan kehidupan sebagai bagian dari proses bertumbuh, menemukan harapan, dan memaknai hidup dengan hati yang lebih lapang.

“Sebab terkadang, bukan keutuhan yang menjadikan kita kuat, melainkan keberanian merangkul setiap serpihan kehidupan sebagai bagian dari diri kita.”

——————————————————————————————————————————————————————-

Dalam Pelukan Cahaya merupakan antologi puisi kedua karya peserta didik MTs Negeri 2 Pasuruan yang merangkai berbagai rasa menjadi untaian kata penuh makna. Melalui puisi-puisi yang lahir dari kejujuran hati, pembaca diajak menyelami dinamika kehidupan remaja—tentang harapan yang tumbuh di tengah keterbatasan, kesedihan yang menempa keteguhan, cinta yang tulus, serta keindahan sederhana yang sering luput dari perhatian. Setiap bait menjadi cermin perjalanan batin yang mengajarkan bahwa di balik setiap proses bertumbuh selalu ada cahaya yang menuntun langkah.

Lebih dari sekadar kumpulan puisi, Dalam Pelukan Cahaya menjadi ruang ekspresi yang mempertemukan kepekaan rasa, imajinasi, dan semangat berkarya. Antologi ini menjadi bukti tumbuhnya budaya literasi di MTs Negeri 2 Pasuruan, sekaligus harapan agar setiap puisi mampu menginspirasi pembaca untuk berani bermimpi, terus belajar, dan menemukan cahaya yang menguatkan dalam setiap perjalanan kehidupan.

——————————————————————————————————————————————————————-

Rahayu Mahardika merupakan antologi yang menghimpun kisah, refleksi, dan harapan tentang makna kemerdekaan dari sudut pandang para guru dan peserta didik MTs Negeri 2 Pasuruan. Melalui beragam tulisan yang lahir dari pengalaman, kepekaan, dan semangat berkarya, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan nilai yang hidup dalam keberanian bermimpi, semangat belajar, kepedulian terhadap sesama, serta tekad untuk terus berkarya demi masa depan bangsa.

Lebih dari sekadar kumpulan tulisan, Rahayu Mahardika menjadi cerminan tumbuhnya budaya literasi yang menanamkan cinta tanah air, karakter, dan jiwa kebangsaan pada generasi muda. Semoga setiap halaman mampu menginspirasi pembaca untuk memaknai kemerdekaan sebagai tanggung jawab bersama, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta menghadirkan karya dan pengabdian terbaik bagi Indonesia yang semakin maju, bermartabat, dan sejahtera.

____________________________________________________________________________________________________

Aksara Cinta Ramadan merupakan antologi yang merangkai kata menjadi makna, mengabadikan hikmah Ramadan dalam setiap tulisan. Buku ini menghimpun karya para guru, siswa, dan pegiat literasi yang lahir dari semangat berbagi inspirasi melalui cerita, puisi, esai, refleksi, dan pengalaman spiritual selama bulan suci. Setiap halaman menghadirkan pesan tentang keimanan, kepedulian, harapan, serta nilai-nilai kehidupan yang menguatkan hati dan memperkaya jiwa.

Lebih dari sekadar kumpulan tulisan, Aksara Cinta Ramadan menjadi simbol tumbuhnya budaya literasi yang melahirkan generasi gemar membaca, berani menulis, dan berkarya. Melalui penerbitan Jilid 28, 29, dan 30, antologi ini menjadi bukti bahwa semangat literasi terus bertumbuh dan melahirkan karya-karya yang menginspirasi. Semoga setiap aksara yang terukir menjadi amal jariyah, menebarkan manfaat bagi pembaca, serta memperkuat budaya membaca, berkarya, dan berakhlak mulia di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait